Sejarah Integrated Circuit(IC)

25 07 2010

IC (Integrated Circuit) adalah nama lain chip. IC adalah piranti elektronis yang dibuat dari material semikonduktor. IC atau chip merupakan cikal bakal dari sebuah komputer dan segala jenis device yang memakai teknologi micro-controller lainnya.

IC ditemulan pada tahun 1958 oleh seorang insinyur bernama Jack Kilby yang bekerja pada Texas Intruments mencoba memecahkan masalah dengan memikirkan sebuah konsep menggabungkan seluruh komponen elektronika dalam satu blok yang dibuat dari bahan semikonduktor. Penemuan itu kemudian dinamakan IC (Integrated Circuit) atau yang kemudian lazim disebut chip. Beberapa saat setelah itu, Robert Noyce, yang bekerja pada Fairchild Semiconductor Corporation, menemukan hal serupa, meskipun mereka bekerja pada dua tempat yang berbeda.

Semenjak itu banyak riset yang dilakukan untuk mengembangkan IC (integrated circuit) atau Chip hingga saat ini. Seorang pendiri Intel, Gorden Moore, pada tahun 1965 memperkirakan bahwa jumlah transistor yang terdapat dalam sebuah IC akan bertambah 2 kali setiap 18 bulan sekali. Kecenderungan peningkatan jumlah transistor ini telah terbukti setelah sekian lama dan diperkirakan akan terus berlanjut.

Hal ini dapat dilihat pada perkembangan IC, sebuah 64-Mbit DRAM yang pertama kali di pasaran pada tahun 1994, terdiri dari 3 juta transistor. Dan microprocessor Intel Pentium 4 terdiri lebih dari 42 juta transistor dan kira-kira terdapat 281 IC didalamnya. Bahkan berdasar pada International Technology Roadmap for Semiconductor (ITRS), diharapkan akan tersedia sebuah chip yang terdiri dari 3 milyar transistor pada tahun 2008.

IC sendiri dipergunakan untuk bermacam-macam piranti, termasuk televisi, telepon seluler, komputer, mesin-mesin industri, serta berbagai perlengkapan audio dan video. IC sering dikelompokkan berdasar jumlah transistor yang dikandungnya:

  • SSI (small-scale integration): chip dengan maksimum 100 komponen elektronik.
  • MSI (medium-scale integration): chip dengan 100 sampai 3.000 komponen elektronik.
  • LSI (large-scale integration): chip dengan 3.000 sampai 100.000 komponen elektronik.
  • VLSI (very large-scale integration): chip dengan 100.000 sampai 1.000.000 komponen elektronik.
  • ULSI (ultra large-scale integration): chip dengan lebih dari 1 juta komponen elektronik.

http://www.beritanet.com





Remote Cerdas Cegah Tayangan Film Dewasa

24 07 2010

Sekelompok ilmuwan berhasil mengubah remote TV biasa menjadi alat sensor film yang bisa mencegah anak-anak menyaksikan tayangan film dewasa dan tontonan lain yang kurang mendidik di televisi. Seperti kita ketahui, belakangan ini banyak stasiun TV yang menayangkan konten siaran yang sebenarnya kurang cocok dan bisa berpengaruh buruk untuk usia pemirsa di bawah umur. Banyak orangtua yang kemudian jadi was-was karena tak bisa mengawasi tontonan anaknya setiap saat. Nah, untuk mencegah hal itu, sebuah tim yang dipimpin oleh Magdiel Galan dari Universitas Arizona State, Amerika Serikat, berupaya mengubah remote TV yang biasa dimiliki setiap rumah menjadi alat penyensoran sederhana. Caranya, remote cerdas itu dirancang agar bisa memilah-milah jenis tayangan yang bisa diakses sesuai dengan nomor identifikasi dari pemegang remote. Saat diuji, lima orang relawan harus mengidentifikasikan dirinya dengan memasukkan nomor PIN masing masing agar televisi aktif. Identifikasi PIN itulah yang nantinya bisa mengarahkan dan memblokir akses ke channel- channel siaran TV tertentu yang sesuai dengan umur maupun pilihan perintah yang telah diatur sebelumnya. Mungkin dengan adanya remote itu belum tentu selalu bisa menangkal konten siaran negatif di TV rumah. Namun setidaknya, kekhawatiran para orangtua bisa sedikit berkurang saat meninggalkan anak tercintanya menonton siaran TV sendirian di rumah. Mudah-mudahan saja remote TV semacam ini bisa hadir di Indonesia segera. ristek go.id





Alexander Graham Bell Bukan Penemu Telepon

21 07 2010

PESAWAT   telepon, atau telepon ini sudah kita ketahui sejak dahulu. Sejak tahun  1875. Semua orang tahu bahwa, Alexander Graham Bell-lah yang menemukan telepon. Ternyata kita salah, orang yang sudah membuat telpon sebenarnya adalah Antonio Meucci.

Antonio Meucci lahir di San Frediano, dekat kota Firenze  pada tahun 1808. Ia adalah salah satu lulusan Akademi Kesenian Firenze, ia bisa menemukan telpon sejak pertama kali ia menginjakkan kaki di Amerika. Penemuan pertama ia bukanlah telepon, melainkan sebuah peralatan listrik yang bernama Teletrofono.

Ia membuat telepon saat tahun 1849 di Milano, Italia. Pada tahun 1850 ia pindah ke Staten Island, New York. Pada saat yang bersamaan ia mengalami kecelakaan karena meledaknya kapal feri Staten Island, ia mengalami luka bakar serius. Karena hal itu ia mendadak jatuh miskin, karena hal itu juga ia gagal untuk memperpanjang patennya pada tahun 1871.

Mengetahui hal ini, Alexander Graham Bell pun mematenkannya. Ketika paten Alexander Graham Bell didaftarkan pada tahun 1876, Antonio Meucci tidak tinggal diam. Ia mengirimkan gambar sketsa dan model asli peralatannya ke Lab Western Union, dengan kebetulan yang tidak sengaja. Ternyata Alexander Graham Bell juga bekerja di tempat itu, dan semua sketsa milik Antonio Meucci pun hilang secara misterius.

Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang setatus sebagai penemu telepon. Mendengar hal seperti ini lagi, Antonio Meucci tidak tinggal diam. Ia mencari pengacara untuk memprotes hal ini pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington.

Setelah permusuhannya dengan Alexander Graham Bell dan Western Union, ia mengalami kelelahan. Pada 18 Oktober tahun 1889, Antonio Meucci meninggal dunia. Ternyata setelah meninggalnya Antonio Meucci, baru terungkap bahwa Alexander Graham Bell menyetujui membayar 20 persen keuntungan komersil atas penemuannya selama 17 tahun kepada Western Union. Dan pada 11 Juni 2002, kongres Amerika Serikat. Di tetapkan bahwa, Antonio Meucci sebagai penemu telepon.

http://www.xpresiriau.com





‘Robot’ yang Dikontrol Lewat Pikiran

14 07 2010

Lewat helm khusus, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer.

Sekelompok peneliti asal Northeastern University, Boston, Amerika Serikat mengerjakan antarmuka komputer yang bisa menerjemahkan sinyal dari otak lewat helm khusus.

Lewat helm yang dibuat, pengguna bisa mengirimkan perintah ke komputer, cukup dengan memikirkan perintah tersebut.

Para peneliti tersebut telah membuat pula program komputer khusus yang membagi layar menjadi empat kuadran. Dengan memandangi kuadran tertentu dalam jangka waktu yang cukup lama, komputer bisa mengenali kuadran yang bersangkutan.

Saat ini, jumlah kontrol memang terbatas hanya pada empat pilihan. Akan tetapi, seperti dikutip dari TGDaily, 13 Juli 2010, peneliti menyebutkan bahwa itu sudah cukup. Misalnya, bagi orang lumpuh yang ingin mengontrol kursi roda.

Peneliti juga mengklaim bahwa aplikasi yang mereka kembangkan juga bisa membantu mengontrol peralatan rumah tangga. Sinyal bisa dikirim secara wireless ke robot kecil untuk melakukan berbagai perintah yang bisa dimonitor oleh pengguna lewat jendela yang terpisah di layar komputer.

Meski masih sangat sederhana, ‘robot’ yang dikontrol lewat pikiran ini menarik untuk dikembangkan lebih lanjut.

(ristek.go.id)





Memristor. Pekembangan Transistor

14 07 2010

memristorSetiap orang yang pernah mengambil kelas laboratorium elektronika pasti akrab dengan komponen fundamental dalam sebuah sirkuit listrik: resistor, kapasitor, dan induktor.

Semuanya ada tiga, tapi sebenarnya ada empat. Satu lagi, yakni memristor, digagas pertama kali oleh Leon Chua, profesor teknik elektro dan ilmu komputer di University of California Berkeley, 1971 lalu. Menurut Chua, komponen resistor yang memiliki memori atas arus listrik yang pernah melintasinya ini pantas menjadi komponen fundamental keempat karena tidak bisa digantikan oleh kombinasi apapun dari tiga komponen lainnya.

Syarat pembuktiannya yang butuh arus listrik dalam perangkat listrik berskala nano, sepermiliar meter, membuat memristor selama 50 tahun belakangan lebih banyak hidup di awang-awang para ahli fisika ataupun komputer. Hingga akhirnya R. Stanley Williams, peneliti senior di Hewlett-Packard dan direktur di Laboratorium Informasi dan Sistem Quantum muncul dengan laporannya yang dimuat jurnal Nature terbaru.

Bersama Dmitri B. Strukov, seorang pakar fisika teori; Gregory S. Snider, arsitek komputer; dan Duncan R. Stewart yang ahli fisika eksperimen, Stanley memformulasikan sebuah saklar elektronik berskala nanometer yang mampu mengingat apakah ia dalam kondisi mati atau menyala ketika sumber listriknya diputus. Keempatnya berhasil membuktikan fungsi memristor nyata.

Keberhasilan itu menghidupkan kembali mimpi untuk bisa mengembangkan sistem-sistem elektronik dengan efisiensi energi yang jauh lebih tinggi daripada saat ini. Caranya, memori yang bisa mempertahankan informasi bahkan ketika power-nya mati, sehingga tidak perlu ada jeda waktu untuk komputer untuk /boot up/, misalnya, ketika dinyalakan kembali dari kondisi mati. Seperti menyala-mematikan lampu listrik, ke depan komputer juga bisa dihidup-matikan dengan sangat mudah dan cepat.

Keberhasilan ‘menghidupkan’ komponen memristor bahkan diyakini bisa mencipta sistem yang kemampuannya menyamai otak manusia. “Ini perkembangan yang menakjubkan,” kata Chua. “Saya tidak pernah mengira bahwa saya masih memiliki umur untuk menyaksikan hal ini terjadi.”

Stanley dan timnya menunjukkan kalau dua rangkaian memristor-konfigurasi yang disebut crossbar latch- dapat melakukan pekerjaan sebuah transistor. Padahal, selama puluhan tahun perkembangan sebuah model dan konfigurasi chip banyak dibuat dengan menambah lebih banyak transistor dalam sebuah sirkuit listrik alias IC.
Semakin padat komponen dalam satu papan sirkuit, kita semua tahu, menambah beban panas dan cacat rangkaian listrik. “Nah, ketimbang menambah jumlah transistor dalam sirkuit yang sama, kami bisa mencipta sirkuit listrik hibrid dengan transistor yang lebih sedikit dan menambah memristor,” kata Stanley.

Memristor yang berukuran jauh lebih kecil daripada transistor konvensional juga memainkan peranan kunci dalam masa depan industri elektronik, dan merintis ke arah pembenaran apa yang disebut Hukum Moore. Gordon Moore, satu diantara pendiri Intel, perusahaan pembuat prosesor, pernah mengeluarkan aksioma bahwa transistor yang tidak mahal meningkat eksponensial dalam dua tahun.

Tapi, apakah industri akan segera mengadopsi memrsitor, masih harus dibuktikan dengan waktu. James Tour dan Tao He dari Universitas Rice di Houston menyatakan bahwa walaupun memiliki kelebihan sebagai transistor alternatif, “Konsep memristor harus melewati tebing terjal untuk diterima industri”.

Mereka menyatakan industri elektronik akan menerima penggunaan memristor, hanya setelah demonstrasi keberhasilannya dalam produksi skala besar. “Ketika itu terjadi, persaingan untuk membuat alat elektronik yang lebih kecil akan berlangsung sengit,” kata keduanya.

(tempointeraktif.com/ ristek.go.id)








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.